Skip to main content

no title

Ketika aku kembali sendiri, terasing, rapuh, hampa dan terpuruk di kamar gelap favoritku, aku kemballi teringat kenangan.

yaaa "KENANGAN", suatu kata yang ironis untuk ditakuti.
tapi, aku benar-benar takut untuk mengingat kenangan.
Kenangan ketika aku selalu bahagia hidup damai dan tentram bersama keluargaku.
Kenangan ketika aku benar-benar merasa dianggap ada oleh orang-orang yang aku sayangi.
Kenangan ketika aku benar-benar merasakan surga dirumah.
Tapi itu hanya kenangan.
Secuil kisah dimasa lalu yang apabila terlintas di otak kiriku membuat kau kembali menjadi NAIF.
Aku bersumpah, tidak ada kenangan buruk dalam perjalanan kedewasaanku.
Tapi, lagi dan lagi aku menjadi NAIF.
Ketika kudatangkan terang dan aku menatap wajahku di cermin.
Kenaifan tergambar jelas dan aku kembali sendiri, terasing, rapuh hampa dan terpuruk dengan kenangan di otak kiriku yang sekuat tenaga kucoba musnahkan dan dengan kenaifan yang kuciptakan.

TOLOL . IDIOT .

dan pergilah terang bila hanya membawa kenaifan dan kenangan bahagia bagiku.
aku benci bahagia.
bahagia itu ilusi dan hanya dalam mimpi.
dan aku takut untuk bermimpi.

Comments

Popular posts from this blog

Detoks digital seharian [family eksperimental]

Hallo Semuanya! Assalamualaikum. Kali ini aku mau cerita mengenai social experimentalku kemarin.  Kemarin aku dan suamiku melakukan digital detox,  sebenernya itu dilakukan secara spontan aja sih karena ya memang lagi feeling good aja, tapi ternyata efeknya cukup positif menurutku.  Digital  detox   yang aku jalani kemarin sebenernya cuma seharian dan bersifat uji coba aja dan sebenernya ga sepenuhnya digital detox sih karena aku dan anakku masih nonton kartun which is dari media digital, Televisi.  Mungkin lebih tepatnya dibilang Gadget Detox kali ya! A day without internet, of course aku ga tau perkembangan di dunia ya walaupun hanya short time tapi jujur aku merasa tenang dan bahagia walaupun di satu sisi aku sempat kepikrian kalau-kalau ada pesan atau berita penting dari orang-orang terdekatku yang biasanya terhubung lewat social media, yang biasanya jariku sampai pegel karena selalu scroll timeline demi memantau perkebangan sosial, kemarin, jariku beba...

i could never sign a title

ketika otakku mencoba merangkai sebuah kronologis suatu kejadian yang telah terjadi. ketika itu pula aku menjadi seseorang yang tidak aku kenali melebihi diriku sendiri. aku hilang kendali ketika aku terngiang kembali kejadian yang tak ku ingini. kenangan merupakan hal yang indah yang harus disimpan dan ketika tiba waktunya kenangan itu muncul, akan menjadi hal yang manis untuk diingat. aku tidak. aku tak menyalahkan keadaan, namun sekali lagia aku terdiam ketika hal yang tak kusenangi terngiang- kenangan. kucoba menyimpulkan, bahwa semua yang terjadi tak pernah sesuai dengan apa yang aku ekspektasikan. itulah hidup, hidup adalah apapun yang terjadi diluar ekspektasi manusia, dan seketika, aku menerima apapun yang terjadi diluar ekspektasiku. aku menang.